Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang berperan penting dalam menjaga berbagai fungsi organ, mulai dari mengatur suhu tubuh, melancarkan sirkulasi darah, hingga membantu proses pencernaan dan metabolisme. Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, seseorang dapat mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
Kondisi ini tidak hanya terjadi saat berolahraga atau cuaca panas. Kurang minum, diare, muntah, hingga demam juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak. Sayangnya, tanda-tanda dehidrasi ringan sering kali diabaikan karena dianggap sepele. Agar tidak terlambat ditangani, kenali lima tanda tubuh kekurangan cairan berikut ini.
1. Haus Berlebihan
Rasa haus merupakan sinyal alami dari tubuh bahwa kebutuhan cairan mulai berkurang. Namun, jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk mulai minum. Rasa haus menandakan tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan. Oleh karena itu, biasakan minum air putih secara rutin, terutama saat cuaca panas, berolahraga, atau banyak beraktivitas di luar ruangan.
2. Mulut dan Bibir Terasa Kering
Mulut yang terasa lengket, bibir pecah-pecah, serta tenggorokan kering dapat menjadi tanda awal tubuh mengalami dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena produksi air liur berkurang akibat tubuh berusaha menghemat cairan. Jika dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Urine Berwarna Lebih Pekat
Warna urine dapat menjadi salah satu indikator sederhana untuk mengetahui kecukupan cairan tubuh. Urine yang berwarna kuning muda atau bening umumnya menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, urine yang berwarna kuning tua hingga kecoklatan dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Selain warna, frekuensi buang air kecil yang lebih jarang dari biasanya juga dapat mengindikasikan kekurangan cairan.
4. Mudah Lelah dan Pusing
Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah dapat menurun sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh menjadi kurang optimal. Akibatnya, seseorang dapat merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, atau pusing.

