Uncategorized

Waspada Nyeri Sendi Usia Muda, Kenali Gejala Rematik Autoimun

Nyeri sendi umumnya selalu di identik kan dengan keluhan kesehatan milik orang lanjut usia.
Stigma ini membuat banyak kelompok usia muda abai ketika merasakan pegal,
linu, atau kaku pada persendian mereka. Padahal, rasa sakit tersebut bisa menjadi s
inyal awal penyakit reumatik autoimun. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan tepat,
peradangan dapat merusak organ tubuh penting dan secara drastis menurunkan fungsi gerak.

“Ada berbagai penyakit rematik lain juga yang memang gejala awalnya itu adalah pada sendi,
tapi kalau kita biarkan nanti bisa ganggu organ-organ yang lain,” tutur Dokter Spesialis Penyakit
Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow,
SpPD-KR, FACR, di Kabupaten Tangerang, Rabu (12/8/2026).

Ragam penyakit rematik autoimun yang mengintai usia muda
Rematik nggak cuma dialami orang tua, lho. Salah satu jenis rematik, yaitu  artritis reumatoid, justru sering muncul di usia 30–60 tahun. Penyakit ini  disebabkan oleh gangguan autoimun yang menyerang sendi, bikin sendi
Waspada lupus pada perempuan muda Berbeda dengan keluhan osteoartritis,
penyakit autoimun sistemikseperti lupus justru sangat mendominasi rentang
usia 20-an hingga awal 30-an.

Kondisi ini secara khusus memiliki rasio penderita perempuan yang sangat tinggi
dibandingkan dengan laki-laki. “Kalau Rheumatoid Arthritis tiga banding satu,
kalau ini sembilan banding satu. Jadi memang lebih banyak banget pada wanita,
laki-laki itu lebih sedikit,” papar dr. Sandra.

ondisi lupus biasa dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena variasi gejala nya sangat
beragam antar-penderita. Banyak perempuan muda datang dengan keluhan yang disangka
sekadar demam berdarah, atau tipes biasa akibat kadar hemoglobin dan trombosit yang
menurun drastis. “Demam berkepanjangan, sakit sendi, rontok rambut, sariawan berulang.

Nah kadang-kadang di pipi ada kemerahan,” terang dr. Sandra. Apabila kombinasi gejala
tersebut terus muncul dan tidak ditangani dengan terapi khusus dari dokter spesialis,
komplikasi serius dapat segera menjalar ke area pernapasan hingga merusak fungsi ginjal

“Bisa terjadi cairan di rongga paru, jantung. Nah ini yang juga sering terjadi, kalau telat
datang ke kami sudah ada kebocoran ginjal,” ucap dr. Sandra.

7 Penyebab Rematik di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai - Alodokter
Jika lupus lebih mendominasi kelompok perempuan, kalangan laki-laki muda juga memiliki risiko
besar pada varian rematik autoimun lain. Baca juga: Rematik Autoimun Bisa Merusak Organ,
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Nyeri punggung bawah atau area pinggang pada remaja dan pemuda
rutin didiagnosis sebagai ankylosing spondylitis atau spondyloarthritis. “Sakit pinggangnya biasanya

pada laki-laki muda. Bahkan lebih muda nih biasanya, jadi belasan sampai 20 tahun,”
sebut dr. Sandra. Sama halnya dengan karakteristik peradangan autoimun lain, penderita
akan merasa sangat tersiksa saat bangun di pagi hari. Kekakuan punggung ini biasanya
berlangsung sekitar satu jam, tetapi keluhan akan perlahan memudar setelah mereka
berolahraga atau mulai menggerakkan badan.

Cara Mudah Mengatasi Nyeri Pinggang Tanpa Harus Dipijat
“Sakit pinggang satu jam di pagi-pagi tapi akan membaik setelah melakukan aktivitas fisik,
tapi ada juga nyeri-nyeri di tempat lain seperti sakit lutut, pergelangan kaki,” papar dr. Sandra.
Meski terkesan bisa mereda di siang hari, kondisi yang di biar kan tanpa terapi pengobatan
medis akan menyebabkan ruas tulang belakang menyatu dan mengeras sepenuhnya,
sehingga tubuh penderita menjadi sangat kaku.

Jangan abaikan rasa lelah dan mitos medis

Selain keluhan spesifik pada setiap jenis penyakit, tanda bahaya universal yang paling
banyak di lapor pada seluruh kasus autoimun adalah munculnya rasa lelah ekstrem (fatigue).
Penderita selalu merasa kehabisan energi meski jadwal kesehariannya tidak berat.

“Fatigue tapi dia tidak bekerja keras, tidak ada pekerjaan keras, dia masih tidur dengan cukup,
tapi dia fatigue tanpa sebab yang jelas,” ungkap dr. Sandra. Tingkat keparahan kelelahan ini sangat
bervariasi pada setiap individu. Ketika gejala tersebut mulai disertai bengkak persendian

yang membatasi gerak, langkah terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter
spesialis agar mendapat panduan berstandar internasional. “Sebaiknya masyarakat
mengikuti pengobatan dari dokternya masing-masing dan tidak mencari bentuk
pengobatan yang malah belum terbukti secara ilmiah,” imbau dr. Sandra.

Banyak isu simpang siur beredar menyebut obat medis autoimun akan merusak ginjal.

nyataannya, terapi yang di resep dokter justru bertujuan menghentikan peradangan
serta melindungi organ ginjal, struktur tulang, dan sendi itu sendiri. “Semua penyakit
autoimun itu sebenarnya sudah ada protokol pengobatannya. Jadi, semua penyakit
kan ada SOP-nya, guidelines-nya. Nah, itu sudah di teliti ada obat-obatan apa yang memang
bermanfaat,” pungkas dr. Sandra.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *